Saturday, April 16, 2016

Tutorial Mudah Mengenal Microsoft Excel

Seiring perkembangan fitur dari microsoft saat ini banyak sekali seri terbaru dari Microsoft Excel berdasarkan tahun keluarannya, sebut saja seri 1997/1998, 2003, 2007, 2010, 2013 dan malah saat ini ada namanya seri 365 dari pengembangan Excel mari lihat sejarah disini. Namun, secara prinsip semuanya sama saja untuk pemahaman dasarnya, setiap seri yang dikeluarkan bersifat lebih sempurna fitur-fiturnya dan user friendly. Selanjutnya Microsoft excel seri 2010 yang akan dijadikan objek bahasan dengan versi windows 8.1 sebagai Operating System (OS) dasarnya. Jadi jika sahabat menggunakan versi windows yang berbeda maka menyesuaikan saja.

Menjalankan Microsoft Excel 2010

Metode menjalankan microsoft excel 2010 sangat banyak dan biasanya tergantung dari kebiasaan user dan lokasi program diletakan. Berikut 3 cara mudah yang umumnya digunakan banyak orang.

Cara 1

Klik tombol Windows pada kiri bawah layar → klik tombol panah bawah → geser kursor ke kanan → temukan dan klik logo Microsoft Office Excel 2010, Berikut gambar prosesnya.
Cara mudah membuka Microsoft Excel
Cara 1 Membuka Microsoft Excel

Cara 2

Klik kanan tombol Windows → Run → ketikkan “excel” → Enter. Berikut gambar prosesnya.
Cara mudah membuka Microsoft Excel
Cara 2 Membuka Microsoft Excel

Cara 3

Klik dobel pada logo Microsoft Excel 2010 yang ada di tampilan desktop. Berikut gambar prosesnya.
Cara mudah membuka Microsoft Excel
Cara 3 Membuka Microsoft Excel

Mengenal Interface Microsoft Excel 2010

Tampilan awal Windows Microsoft Excel 2010 yang muncul, terdapat beberapa tampilan sebagai berikut (tunjukkan dengan mouse anda masing-masing komponen berikut) :

SEDANG DIBUAT YA!!!

1. Office Button, terdiri atas perintah New Document, Open, Convert, Save, Save as, Print, Prepare, Send, Publish dan Close.
2. Quick Access Toolbar, terdiri dari tombol yang dapat mempercepat kerja anda. Isinya hampir sama dengan perintah-perintah di Office Button. Jika anda ingin melihatnya langsung bisa menekan tanda panah.
3. Menu Bar, terdiri dari perintah menu utama Microsoft Excel 2007 yaitu Home, Insert, Page Layout, Formulas, Data, Review, View.
4. Title Bar, berisi nama file dan program aplikasi yang sedang aktif.
5. Tool Bar, tombol-tombol bergambar yang memiliki fungsi tertentu dan digunakan untuk menjalankan suatu perintah dengan cepat dan mudah.
6. Tombol Ukuran, digunakan untuk mengatur ukuran jendela kerja.
7. Name Box, Nama sel yang sedang aktif akan ditampilkan pada Name Box.
8. Formula Bar, anda bisa mengedit data pada sebuah sel.
9. Sel Aktif, tempat menuliskan atau mengedit data dan dikelilingi oleh garis batas yang lebih tebal.
10. Column, Setiap kolom memiliki nama berdasarkan Abjad, dari kolom A hingga Z, dilanjut AA hingga XFD.
11. Baris, untuk setiap baris memiliki nama berdasarkan Angka. Dari 1 hingga 1048576.
12. Tab Worksheet, perintah dimana anda bisa berpindah ke kertas kerja lain dengan mudah.
13. Insert Worksheet, dengan menekan Insert Worksheet anda bisa membuat Worksheet baru yang letaknya berurutan dengan Worksheet sebelumnya.
14. Status Bar, Status lembar kerja anda.
15. Document Area, merupakan lembar kerja yang aktif.
16. Horizontal Scroll Bar, perintah untuk menggeser layar ke kiri atau ke kanan.
17. Vertical Scroll Bar, perintah untuk menggeser layar ke atas atau ke Bawah.
18. Tampilan Layar, terdiri dari perintah untuk merubah tampilan layar. Terdiri dari Tampilan Normal, Tampilan Page Layout dan Tampilan Page Break Preview. 19.
19. Zoom, perintah untuk memperbesar & memperkecil tampilan pada lembar kerja anda.

Shortcut Pilih Menu Microsot Excel

1. Menu Home :
- klik tab Menu Home pada tab menu
- tekan Alt+H
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Home Microsoft Excel
Menu Home
2. Menu Insert :
- klik Menu Insert pada tab menu
- tekan Alt+N
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Insert Microsoft Excel
Menu Insert
3. Menu Page Layout :
- klik tab Menu Page Layout pada tab menu
- tekan Alt+P
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Page Layout Microsoft Excel
Menu Page Layout
4. Menu Formulas :
- klik tab Menu Formulas pada tab menu
- tekan Alt+M
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Formulas Microsoft Excel
Menu Formulas
5. Menu Data :
- klik tab Menu Data pada tab menu
- tekan Alt+A
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Data Microsoft Excel
Menu Data
6. Menu Review :
- klik tab Menu Review pada tab menu
- tekan Alt+R
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
Review Microsoft Excel
Menu Review
7. Menu View :
- klik tab Menu View pada tab menu
- tekan Alt+W
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
View Microsoft Excel
Menu View
8. File Bar :
- klik tab Menu Office Button pada tab menu
- tekan Alt+F
Perhatikan ribbon menu yang tampil.
File Microsoft Excel
File Bar
Tips : Jika mouse anda terdapat tombol scrollnya, maka anda dapat berpindah dari satu menu ke menu lainnya dengan menggeser tombol scroll yang ada pada mouse anda.


Monday, April 4, 2016

Kualitas Air Minum yang Wajib Dipenuhi

Air Minum Kaya H2O
Air Minum yang Berkualitas
Semua orang tahu secara pasti bahwa air yang kualitasnya baik dan bagus adalah air yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Jadi kualitas air menjadi salah satu prinsip dasar dalam penyediaan air minum untuk masyarakat seperti yang telah dibahas pada materi penyediaan air minum. Namun jika kita hanya mengacu kepada 3 parameter tersebut maka sahabat hanya melihat dari saru aspek saja. Secara detail kualitas air minum dipengaruhi oleh 3 variabel yaitu fisik, kimia, dan biologi. Oleh karena itu bahasan mengenai kualitas air minum maka sahabat tidak akan terlepas dari yang namanya baku mutu air minum atau peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah agar kualitas yang diminum masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

3 Indikator yang Wajib Dipenuhi

Kualitas air secara umum yang harus dipenuhi jika sahabat akan menyediakan air minum bagi masyarakat yaitu.

Aman dari penyebab infeksi

Beberapa makhluk hidup yang menjadi penyebab infeksi di dalam air sehingga dapat membawa dampak buruk bagi manusia (waterborne diseases) adalah
a. Bakteri, menyebabkan infeksi perut seperti typhus, parathypus, disentri, cholera.
b. Protozoa, menyebabkan penyakit disentri amoeba
c. Cacing, menyebabkan penyakit cacingan (schistosoma)
d. Virus, menyebabkan penyakit polio (poliomyelitis).

Bebas dari substansi beracun

Substansi beracun atau bahan berbahaya beracun bersifat kimiawi yang secara umum ditemukan dalam air, namun tidak jarang juga makhluk biologis menjadi kontaminan utama di dalam air. Berikut adalah penjabarannya.
a. Biologis, kontaminan alami dari kehidupan akuatik dengan contohnya adalah alga penyebab kematian hewan ternak.
b. Kimiawi, secara kimia ini dapat dikelompokan berdasarkan sumbernya, yaitu.
- Kontaminan alami berasal dari mineral, fluoride, arsenic, nitrate.
- Kontaminan berasal dari sistem air bersih, zinc, Pb, mangan, besi.
- Kontaminan berasal dari buangan industri, mercury, chromium, ABS, PCB

Bebas dari mineral dan zat organik

Secara umum mineral dalam air sangat dianjurkan karena sangat diperlukan oleh tubuh manusia namun dalam jumlah (kuantitas) yang berlebih yang tidak diperkenankan karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan manusia, contohnya adalah air sadah yang dapat membentuk kerak, air berwarna kecuali warna asli air tersebut.

Upaya Menjaga Kualitas Air Minum

Kontrol Sumber Air

Kontrol yang dilakukan meliputi pemilahan antara sumber air, jumlah polutan yang masuk ke sumber air, memperbaiki kualitas sumber, dan pertumbuhan biologi di ekosistem sumber air.

Desain IPA

Deain hasus mengacu pada SNI dimana sesuai dengan karakteristik sumber air dan tidak ada bahan dasar dalam jumlah berlebih.

Kontrol Jaringan Transmisi dan Distribusi Pipa Air Minum

Melakukan pengecekan berkala melalui penyusunan adminitrasi pemasangan pipa sehingga mengetahui umur pipa, menghindari pemakaian pipa distribusi dengan bahan dasar besi.

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kualitas Air Minum

Secara keseluruhan kualitas air permukaan sangat dipengaruhi oleh karakteristik daerah tangkapannya (catchment area), sedangkan air sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan yang dilaluinya.

Beragamnya kualitas air yang ada maka Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa standar kualitas air minum mengacu kepada baku mutu yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan RI Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum No. 492 Tahun 2010. Agar sumber air memenuhi persyaratan tersebut maka dibuatlah bangunan pengolahan air (IPA) berdasarkan karakteristik yang sesuai dengan kualitas sumber air, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Sahabat pastinya tidak mau ketinggalan materi-materi berikutnya, makanya jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Wednesday, March 23, 2016

Mari Menghitung Kebutuhan Air Minum Kota

Bahasan materi kali ini Online School akan memberikan contoh kepada sahabt cara menghitung kebutuhan air minum kota setelah melakukan proyeksi jumlah penduduk, estimasi kuantitas air dan menghiung pertimbangan lain yang sangat penting. Berikut adalah contoh soal yang akan dibahas.

Berdasarkan data BPS tahun 2016, berikut data Jumlah Penduduk Kota Payakumbuh tahun 2005 sampai 2014.
Jumlah Penduduk Kota Payakumbuh
Dalam hasil survey yang dilakukan maka dasar perhitungan yang harus dipertimbangkan adalah.
- Rencana pelayanan untuk jangka pendek 30%, jangka menengah 50%, dan jangka panjang 70%.
- Perbandingan SR : KU = 4 : 1
- 1 SR = 5 orang
- 1 KU = 100 orang
- Kebutuhan non domestik diperkirakan 20% dari kebutuhan domestik

Tentukan beberapa poin berikut ini.
- Proyeksi jumlah penduduk 2016 - 2036.
- Kebutuhan air jangka pendek, menengah, dan panjang masing-masing 2 tahun, 5 tahun, dan 20 tahun.
- Kapasitas IPA.
- Jumlah SR dan KU yang harus dipasang.
- Gambarkan grafik kebutuhan air dan pentahapan pembangunan (staging) 2016 - 2036.

Dikerjakan ya sahabat soalnya silahkan di share jawabannya pada kolom komentar, akan ada hadiah spesial untuk 3 orang pemenang pertama jika prosesnya benar dan sesuai dengan penjelasan materi yang kami berikan. Berlaku hingga 30 April 2016.

Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Monday, March 21, 2016

6 Hal yang Wajib dalam Merencanakan Sarana Air Minum

Dalam 2 bahasan sebelumnya sahabat sudah bisa memprediksi jumlah penduduk dan konsumsi air. Prinsip dalam merencanakan sebuah sistem apapun adalah efisiensi hasil perencanaan bernilai 99%. Efisiensi yang dimaksud dalam perencanaan ini adalah mulai dari efisiensi anggaran, efisiensi pengelolaan hingga efisiensi pemeliharaan. Agar efisiensi ini tercapai dalam sistem penyediaan air minum kota maka sebagai perencana sahabat wajib mempertimbangkan 6 hal ini dalam perencanaan sahabat. Berikut penjabaran 6 pertimbangan wajib ini oleh Online School.

Tahun Perencanaan (Target Year)

Tahun perencanaan ini merupakan hal paling krusial yang harus sahabat pertimbangkan. Hal ini ditentukan oleh kecenderungan kebutuhan air, ketersediaan sumber daya air, dan juga sumber dana. Secara umum, di Indonesia tahun perencanaan ini dibagi 3 tahapan yang terintegrasi juga ke dalam RTRW Kota dimana ada jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Jangka pendek waktunya adalah 1 - 3 tahun, jangka menengah waktunya adalah 5 tahun, dan jangka panjang waktunya adalah 20 tahun. Namun, dasar penentuan perencanaan haruslah menetapkan jangka panjang terlebih dahulu baru kemudian dibagi (diparsialkan) menjadi beberapa tahapan dan biasanya setiap tahun dan 5 tahun ada review yang dilakukan agar dapat menentukan kebijakan dan hasil yang dicapai dalam setiap tahapannya. Sistem Penyediaan Air Minum jangka panjang ini biasanya disebut Masterplan atau Rencana Induk.

Daerah Pelayanan (Service Area)

Daerah pelayanan ini adalah daerah yang dijadikan target untuk diberikan atau disuplai atau dilayani air minum dalam tahun perencanaan. Biasanya daerah pelayanan ini di Indonesia berdasarkan kota seperti yang telah diketahui bahwa setiap Kota di Indonesia telah memiliki PDAM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Persentase Pelayanan (% Service)

Merupakan perbandingan dari jumlah penduduk yang terlayani atau disuplai atau diberikan air minum dengan jumlah penduduk total yang ada di daerah atau kota tersebut. Berikut rumusannya.
Persentase Pelayanan (% Service)

Tipe Sambungan (Connection Type)

Dasar dalam penetapan tipe sambungan yang digunakan adalah berdasarkan konsumsi air yang akan dilayani. Berikut beberapa kategori tipe sambungan.
- Sambungan rumah atau house connection (SR/HC), yaitu sambungan air minum yang diberikan untuk setiap rumah dielngkapi dengan meter air.
- Keran umum atau public hydrant (KU/H), yaitu satu sambungan air minum yang digunakan oleh sekelompok orang (komunal)

Kehilangan Air (Non Revenue Water)

Secara umum, kehilangan air merupakan hal yang tidak bisa terelakkan dalam proses penyediaan air minum dan dapat dikatakan bahwa kehilangan air ini adalah indikator efisiensi dari sistem penyediaan air minum. Jadi kehilangan air dirumuskan sebagai selisih antara air yang didistribusikan dengan air yang dikonsumsi dalam satuan persen. Berikut rumusannya.
Kehilangan Air (Non Revenue Water)
Negara maju biasanya memiliki NRW lebig efisien dibanding negara-negara berkembang. Sedangkan Indonesia telah menetapkan target sebesar 20% sesuai MDGs. Salnjutnya penjelasan lebih detail untuk kehilangan air ini, Online School akan bahas pada sub materi tersendiri selanjutnya.

Kapasitas Sistem (Capacity System)

Kapasitas sistem dipengaruhi oleh debit sumber air, debit saat hari maksimum, dan debit saat jam puncak. Dalam menghitung sistem produksi (Instalasi Pengolahan Air / IPA) maka faktor utamanya adalah debit hari maksimum dan debit sumber air, sedangkan sistem distribusi faktor utamanya adalah debit saat jam puncak.

Demikian 6 hal yang wajib dipertimbangkan dalam rencana penyediaan air minum. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Tuesday, March 15, 2016

Variabel Wajib dalam Estimasi Kuantitas Air

Pada bahasan sebelumnya, Online School telah menjelaskan metode untuk memproyeksikan jumlah penduduk (klik disini) di sebuah kota atau daerah yang nantinya akan direncanakan oleh sahabat. Saat ini, sahabat akan diberikan pengetahuan mengenai cara-cara untuk mengestimasi banyaknya air yang dibutuhkan oleh sebuah kota. Bahasan kali ini Online School mencoba membagi beberapa variabel dalam sebuah daerah yang mempengaruhi kuantitas air yang diperlukan.

Sebelum itu sahabat harus mengetahui bahwa banyaknya / kuantitas pemakaian air itu sendiri juga dipengaruhi oleh iklim; standar hidup; luasnya sarana penyaluran air buangan; tipe aktivitas misalnya industri, komersial, pariwisata; harga air; ketersediaan sumber air pribadi misalnya sumur air tanah; kualitas air; tekanan pada sistem distribusi; lengkapnya jumlah meter air; dan sistem manajemen. Berikut ini variabel yang akan dijelaskan Online School kepada sahabat pembaca.

Konsumsi Air

Online School akan mencoba mengklasifikasikan konsumsi air (water consumption) di perkotaan sesuai dengan penggunaan air tersebut, penjabaran sebagai berikut.

Kebutuhan Domestik

Merupakan air yang digunakan pada tempat-tempat hunian pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (kebutuhan rumah tangga) seperti minum, masak, mencuci, mandi, sistem plambing rumah, dan sebagainya. Kuantitas untuk kebutuhan domestik ini memiliki rentang yang lebar, karena disesuaikan dengan standar hidup, kebiasaan, adat istiadat dan musim. Satuan yang digunakan untuk kebutuhan domestik ini adalah liter/orang/hari.

Kebutuhan Publik / Umum

Air digunakan untuk keperluan publik, yang dikelompokan kedalam 2 golongan yaitu.
  • Intitusi, misalnya pemakaian air di gedung milik publik, seperti kantor pemerintahan, kantor sarana kota, sekolah, serta untuk sarana sosial lainnya seperti rumah sakit, panti asuhan, rumah jompo, dll.
  • Perkotaan, yaitu air yang dipakai untuk pemeliharaan kota, misalnya pembersihan jalan, penyiraman tanaman, penggolontoran saluran kota, air mancur, pemadam kebakaran.

Kebutuhan Komersial

Penggunaan air pada sarana komersial seperti gedung perkantoran, restoran, pertokoan, mall, hotel. Kuantitas air yang dibutuhkan oleh jumlah pekerja pada bangunan tersebut disertai dengan luasan dari lantai bangunan tersebut.

Kebutuhan Industri

Kuantitas penggunaan air untuk skala industri sangatlah besar. Faktor yang mempengaruhinya adalah luasan pabrik, skala pabrik, dan tipe pabrik. Air digunakan untuk pemenuhan proses industri, air pendingin, dan juga kebutuhan karyawan (domestik). Namun, penggunaan air resirkulasi dalam industri juga dapat menekan / mereduksi kebutuhan air.

Dalam proyeksi kebutuhan air yang dibutuhkan di masa yang akan datang, jumlah penduduk tidak berkaitan sama sekali. Oleh karena itu, untuk merencanakannya dibutuhkan data rencana tata ruang wilayah kota (RTRW Kota) di masa depan. Sehingga didapatkan besaran zonasi kawasan industri kota di kota tersebut.

Kebutuhan Lain-Lain sesuai Karakteristik Kota

Kebutuhan lain disini diamksudkan adalah untuk karakteristik kota yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya kota dipinggir laut maka membutuhkan air minum untuk kawasan pelabuhan, kota pertanian membutuhkan air untuk aliran irigasi, kota dengan bandara pesawat terbang atau stasiun kereta api.
Kebutuhan Air Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik Sesuai Karakteristik Kota, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik Sesuai Karakteristik Kota, Dijen Cipta Karya 2000

Variasi Kebutuhan Air

Seperti yang sahabat ketahui bersama bahwa konsumsi air selalu berbeda dari satu orang dengan orang lain, dari satu kegiatan dengan kegiatan lainnya, dan juga dilihat dari perbedaan musim, kemudian variasi pemakaian harian dalam 1 minggu, hingga pemakaian setiap jam dalam 1 hari. Studi yang pernah dilakukan terdapat kesimpulan bahwa pemakaian air saat musim panas lebih tinggi dibanding musim hujan, sedangkan untuk mingguan pemakaian air saat akhir pekan (weekend) lebih tinggi dibanding saat hari kerja (workday). Dalam hal ini online school juga mengklasifikasikan variasi-variasi tersebut kepada beberapa kelompok berikut ini.

Kebutuhan Harian Rata-Rata (average day demand)

Merupakan pemakaian air rata-rata dalam 1 hari yang meliputi konsumsi domestik dan juga non domestik. Kebutuhan rata-rata dalam 1 hari dapat diperoleh dengan mengetahui total pemakaian dalam 1 tahun, sehingga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Kebutuhan Harian Rata-Rata (average day demand)

Kebutuhan Harian Maksimum (max day demand)

Angka untuk mewakili variasi ini adalah dari pemakaian terbesar dalam waktu satu hari selama periode waktu 1 tahun. Pemakaian terbesar ini terjadi pada saat musim panas, dengan perhitungan sebagai berikut.
Kebutuhan Harian Maksimum (max day demand)
Faktor hari maksimum (Fmd) dipengaruhi oleh beberapa hal.
  • Luas kota, Fmd di kota besar lebih kecil dibanding Fmd di kota kecil.
  • Iklim, Hal ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh untuk Indonesia karena beriklim tropis dengan temperatur relatif sama sepanjang tahun.

Kebutuhan Jam Puncak (peak hour demand)

Angka untuk variasi ini didapatkan dari pemakaian terbesar dalam waktu satu jam selama rentang waktu satu hari. Variasi ini dihitung karena adanya permintaan air yang serentak dalam satu waktu, misalnya saat pagi hari saat orang akan memulai aktivitasnya. Variasi ini dapat dihitung melalui rumus berikut.
Kebutuhan Jam Puncak (peak hour demand)
Faktor jam puncak (Fph) memiliki variasi dalam bearannya tergantung dengan karakteristik kota dan juga besarnya komunitas yang dilayani. Misalnya untuk kota besar harga Fph adalah 1,3; untuk kota sedang dan kecil = 1,5; dan daerah perdesaan atau komplek perumahan = 2.

Demikian variabel yang mempengaruhi estimasi kuantitas air dalam rencana penyediaan air minum. Selanjutnya, Online School akan membahas lebih detail kepada pertimbangan lain yang juga sangat penting dalam perencanaan sistem penyediaan air minum. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.