Showing posts with label Perencanaan Kota. Show all posts
Showing posts with label Perencanaan Kota. Show all posts

Thursday, February 25, 2016

4 Struktur Kota yang Eksis Saat Ini

Halo sahabat, Online School pada kesempatan ini akan mencoba membahas teori mengenai pola atau struktur kota yang merupakan lanjutan dari pembahasan model kota baik part 1 dan part 2. Dalam perkembangannya teori mengenai struktur kota ini sangatlah banyak sekali hal ini terlihat pada bahasan kita di sejarah perkembangan kota. Sebelum kita mengenai bagaimana jenis dan struktur kota ini kita harus paham dulu mengenai stuktur kota.

Apa itu struktur kota?

Struktur kota adalah gambaran dari pendistribusian zona terbangun yang membentuk komponen-komponen utama dari sebuah kota. Hampir sama dengan Model Kota pada bahasan sebelumnya Struktur Kota juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sistem transportasi, daya dukung lahan, sebaran sumber daya alam, hubungan fungsional antar kegiatan dan kebijaksanaan pemerintah. Namun dari itu semua ada satu hal yang paling mendasar dari struktur kota yang selalu kita dengar saat ini adalah faktor tata guna lahan. Inilah faktor dasar dari arah perkembangan sebuah kota.

Teori Struktur Kota

Baiklah kita akan masuk kepada teori mengenai struktur kota. Perkembangan akan teori mengenai struktur kota ini sangatlah beragam dan juga sangat banyak para ahli mengemukakan pendapat mereka mengenai struktur kota, ada yang melihat dari asal usul atau sejarah kota tersebut, ada yang melihat dari pengelompokan (zonasi dari kegiatan kota), dan ada juga yang melihat kekompleksitasan dari hubungan kota tersebut. Dalam bahasan kali ini Online School akan membahas 4 teori mengenai Struktur Kota.

Konsep Zona Konsentris

Konsep ini dikemukakan oleh Ernest W. Burgess pada tahun 1925 berdasarkan hasil studi di Kota Chicago, Amerika Serikat. Burgess berpendapat bahwa sebuah kota berkembang berasal dari sebuah pusat yang berkembang dan meluas sedemikian rupa membentuk lingkaran yang mengelilingi pusatnya semakin ke pinggir semakin besar sehingga masyarakat dengan sendirinya berdatangan pada daerah yang berkembang tersebut. Berikut adalah ilustrasi dari Konsep Zona Kosentris ini.
Pola Kota Kosentris
Ilustrasi Kota Zona Kosentris

Konsep Zona Sektoral

Homer Hoyt adalah pencetus konsep ini pada tahun 1930an. Teori ini juga mengambil studi di Kota Chichago, Amerika Serikat, tetapi Hoyt lebih mendalami Daerah Pusat Kegiatan (Central Business District) yang terletak pada pusat kota. Hoyt pun memberikan pendapatnya bahwa sebuah kota bukan hanya berkembang layaknya lingkaran yang sama seperti dikemukakan dalam teori kosentris, tetapi perkembangan kota lebih menitikberatkan ke sektor-sektor tertentu yang mana lebih kompleks dan digambarkan seperti potongan dari irisan kue tar dengan luasnya bermacam-macam sesuai fungsi tata guna lahan. Beriku ini gambar ilustrasi dari Konsep Zona Sektoral.
Pola Kota Sektoral
Ilustrasi Kota Zona Sektoral

Konsep Zona Konsentris - Sektoral (Konsektoral)

Konsep ini merupakan gabungan dari 2 Konsep sebelumnya. Perkembangan konsep ini juga terdapat 2 sudut pandang yaitu

Konsep Zona Konsektoral tipe Eropa 
Dikemukakan oleh Peter Mann tahun 1965 dengan tempat studi di Kota Huddersfield, Nottingham, dan Sheffield di Inggris. Peter Mann mencoba menggabungkan konsentris dengan sektoral, namun penekanan Konsenteris lebih ditonjolkan. Berikut ilustrasinya.
Pola Kota Konsektoral
Ilustrasi Kota Zona Konsektoral Eropa

Konsep Zona Konsektoral tipe Amerika Latin 
Dikemukakan oleh Ernest Griffin dan Larry Ford tahun 1980 dengan tempat studi di beberapa kota di Amerika Latin. Berikut ilustrasinya.
Pola Kota Konsektoral
Ilustrasi Kota Zona Konsektoral Amerika Latin

Konsep Zona Multiple Nucleus (Pusat Jamak atau Inti Berganda)

Teori ini dikemukakan oleh Harris dan Ullman pada tahun 1945, dalam penjelasan teorinya Harris dan Ullman mencoba menyamakan dengan keadaan yang ada pada perkembangan kota. Teori ini berpendapat bahwa sebuah kota berkembang memang memiliki zona konsentris dan zona sektoral tetapi lebih dari itu pada kenyataannya kota itu berkembang sangat kompleks dan tidak hanya pada satu titik di pusat kota saja. 

Melainkan sebuah kota juga berkembang beberapa inti-inti lainnya yang bersifat independent dengan fungsi sebagai pendorong pertumbuhan (growth point) dan masing-masing inti berbeda dengan yang lainnya mengikuti fungsional dari inti tersebut, misalnya inti administratif, inti perdagangan, inti transportasi dst. Inti-ini ini kemudian berkembang dan menyatu pada suatu pusat urban yang besar, sehingga jika pertumbuhan terlalu besar maka dapat menimbulkan kongesti pada beberapa fungsi kota yang mengakibatkan pembentukan inti baru dan hasilnya pun seperti toko di pinggir kota. Berikut ilustrasi dari konsep ini
Ilustrasi Kota Zona Multiple Nucleus
Ilustrasi Kota Zona Multiple Nucleus
Demikianlah penjelasan 4 teori mengenai struktur kota yang cukup terkenal. Kedepannya Online School juga akan mencoba membedah beberapa teori-teori lainnya tentang struktur kota berdasarkan tulisan dan jurnal-jurnal yang ada, misalnya konsep kota technoburb, radian city dan beberapa teori lainnya lengkap dengan jurnalnya. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Tuesday, February 23, 2016

6 Zaman Penting dalam Perkembangan Kota

Guys.. Online School kembali lagi. Kali ini kita akan membahas sejarah perkembangan kota dari masa ke masa. Hal ini perlu kita bahas sebagai dasar kita untuk menentukan pola struktur kota pada bahasan kita selanjutnya. Dalam bahasan kali ini Online School akan mencoba membagi 6 masa atau zaman atau fase dari perkembangan kota yang ada di dunia ini. Berikut ini adalah pembahasan detail dari keenam fase tersebut.

Zaman Purba

Menurut ilmu pengetahuan, zaman purba adalah zaman yang dikatakan oleh para ahli sejarah sebagai zaman hidupnya manusia purba yang mana dibuktikan dari penemuan fosil. Dalam perkembangannya pun ternyata manusia purba pun hidup berkelompok-kelompok membentuk komunitas tertentu dalam kehidupannya. Perkembangan kota pada zaman purba ini dibagi menjadi 2 zaman yaitu Zaman Paleolitik dan Neolitik. Online School akan bahas satu per satu.

Zaman Paleolitik 

Disebut juga sebagai Zaman Batu Tua ini diprediksikan terjadi pada periode antara tahun 50.000 SM - 10.000 SM. Ciri utama dari kota pada zaman ini adalah manusia menjadikan gua sebagai tempat tinggal dan teknologi sangat rendah sehingga manusia hidup benar-benar mengandalkan alam (penyesuaian / adaptasi pada keterbatasan alam). Jika sahabat online school ingin membaca penjelasan lengkapnya ada pada link ini.
Gambar Ilustrasi Zaman Paleolitik
Gambar Ilustrasi Zaman Paleolitik

Zaman Neolitik 

Disebut juga sebagai Zaman Batu Tua ini diprediksikan terjadi pada periode antara tahun 9000 SM - 2000 SM. Ciri utama dari perkembangan kota pada zaman ini adalah telah berkembangnya peradaban seperti manusia telah mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak hal ini dibuktikan dari penemuan benda-benda dari batu yang telah diasah, konsep perencanaan lebih sistematis dimana gua bukan lagi rumah tempat tinggal manusia dan memiliki nilai-nilai budaya. Contohnya adalah Kota Tua Kahun di Mesir (2000 SM). kalo mau tau untuk perkembangan neolitikum di Indonesia lihat ini ya sahabat link.
Gambar Ilustrasi Zaman Neolitik
Gambar Ilustrasi Zaman Neolitik

Zaman Romawi Kuno

Zaman ini diprediksikan dimulai pada periode antara tahun 509 SM sampai 476 M. Masa ini manusia telah mengenal berbagai komplesitas dari permasalahan kota. Hal ini dapat dibuktikan melalui sumbangan yang cukup banyak dibidang hukum, perang, seni, arsitektur, dan bahasa bagi dunia barat. Dalam kata lain manusia telah mengenal yang namanya tulisan pada zaman ini dan juga telah mengenal kepercayaan dalam menjalani kehidupan. Model kota pun dibangun berdasarkan pada pengkultusan sebagai pemujaan dewa-dewa dimana konsep ini dinamakan sebagai konsep Agora (kekuasaan, kekaisaran, dan tempat pemujaan dewa-dewa dijadikan sebagai elemen dari pusat kota). Contohnya adalah Kota Acropolis, Priene, Militus (Yunani), Pompei di Roma.
Gambar Ilustrasi Zaman Romawi Kuno
Gambar Ilustrasi Zaman Romawi Kuno

Zaman Abad Pertengahan (Medieval Age)

Zaman ini dimulai dari abad ke-5 hingga abad ke-10 ditandai runtuhnya Kerajaan Romawi. Jika dilihat dari sejarah-sejarah pada masa ini terjadi kemunduran pada perkembangan kota ditandai dengan berkurangnya jumlah penduduk, urbanisasi berhenti, penurunan perdagangan dan banyaknya imigrasi. Namun, pada abad ke-8 M mulailah bergeliat kembali perkembangan kota dimana muncul sistem feudal yang menerapkan sistem agrikultur secara sistematis dan menghasilkan sistem tiga ladang dan alat pembajak sawah pada saat itu. Model kota yang berkembang saat zaman ini adalah Gothic dengan budaya ketuhanan yang cukup kental dimana setiap penguasa kota bergelar Agung dan Utama. Tempat-tempat peribadahan pun menjadi simbol-simbol kota pada zaman ini.
Gambar Ilustrasi Zaman Abad Pertengahan
Gambar Ilustrasi Zaman Abad Pertengahan

Zaman Peralihan (Renaissance)

Zaman ini terjadi pada periode waktu antara abad ke-14 sampai abad ke-17. Pada hakekatnya perkembangan kota di zaman ini sama dengan pada zaman abad pertengahan hanya berbeda pada skala pengembangan kota itu, dimana pada zaman ini pengembangan kota dilakukan secara besar-besaran dan juga dimulainya proses penjelajahan dunia. Zaman ini juga mulai mengenal tentang kerjasama antar regional dari setiap kota yang mana pada zaman sebelumnya hubungan regional ini belum terbentuk akibat seringnya terjadi perperangan. Dilihat dari segi estetika dan arsitektonis maka pada zaman ini perkembangan kota sangatlah menonjol dibuktikan dengan bentuk-bentuk ornamen yang sangat tinggi nilainya serta sudah adanya taman-taman kota yang dibangun, sehingga banyak seniman yang lahir pada zaman ini. Contohnya adalah pada kota-kota tua di Eropa (Jerman, Inggris, Austria, Rumania, Belanda, dan sebagainya).
Gambar Ilustrasi Zaman Peralihan
Gambar Ilustrasi Zaman Peralihan

Zaman Industrialisasi (Post Modern)

Zaman ini ditandai dengan terjadinya revolusi industri di beberapa negara Eropa, contohnya Inggris, Perancis pada abad ke-18. Industrialisasi ini mendorong perkembangan kota dengan sangat maju, ini dapat dilihat terjadinya lonjakan urbanisasi pada masa itu. Pemenuhan akan kebutuhan masyarakat juga meningkat dari segi fasilitas dan utilitas umum, perumahan, dan kepadatan penduduknya pun tinggi di dalam kota. Pada zaman ini, berkembanglah pemikiran akan efisiensi, efektifitas produksi serta ekonomi dalam perencanaa kota. Namun dibalik perkembangan yang sangat pesat ini pada zaman ini mulai terjadi yang namanya pencemaran lingkungan baik di tanah, air, maupun udara. Akibat dari perubahan-perubahan yang radikal ini maka terbentuklah konsep-konsep baru dalam pembangunan kota, dimana yang cukup signifikan terlihat adalah konsep kota baru di Kota London, Inggris beserta sekitarnya dan juga konsep garden city di beberapa Kota Eropa lainnya. Sementara itu dari segi peraturan kota pada abad ini telah muncul perundangan kota sebagai contoh di Inggris tahun 1948 tentang Public Health dan tahun 1890 tentang The Brittish Housing Law. Pergeseran pemikiran akan perencanaan kota pun bergeser dari zaman peralihan yang mengutamakan estetika dan arsitektonis ditambahkan dengan fungsi-fungsi kota secara sosial dan fungsi kota itu sendiri.
Gambar Ilustrasi Zaman Industrialisasi
Gambar Ilustrasi Zaman Industrialisasi

Zaman Komunikasi dan Informasi (Modern)

Inilah masa dimana kita hidup saat ini. Penemuan-penemuan teknologi yang menjadikan dasar pada perkembangan kota di zaman modern ini. Mulai dari penemuan telepon, radio, televisi, satelit, hingga komputer. Disamping perkembangan teknologi yang cukup signifikan pada zaman ini pun terjadi perkembangan ekonomi yang lebih jauh dari sebelumnya yang ditandai dnegan terjadinya era perdagangan bebas (AFTA untuk ASEAN, 2003 dan APEC untuk Asia Pasifik tahun 2010 dan 2020). Jika dilihat model dan bentuk kota yang berkembang pada zaman modern ini maka kita dapat melihat pada bahasan Online School sebelumnya yaitu mengenai Model Kota part 1 dan part 2. Dimana sebagian besar faktor yang mempengaruhi berkembangnya kota adalah jalur transportasi dan perkembangan teknologi.
Gambar Ilustrasi Zaman Modern
Gambar Ilustrasi Zaman Modern
Sahabat Online School itulah 6 zaman yang mempengaruhi perkembangan kota hingga terjadi masa seperti saat ini. Pada bahasan berikutnya Online School akan mencoba menggali lebih spesifik tentang sejarah perkembangan kota di Indonesia. Oleh karena itu, Sahabat jangan ketinggalan materi-materi baru update-an dari kita ya. Ayo follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Wednesday, February 17, 2016

10 Bentuk Kota yang Umum Dijumpai

Ketemu lagi di Online School, didalam artikel sebelumnya Cara Cepat Memahami Perencanaan Kota sudah dibahas mengenai pengertian perencanaan kota. Selanjutnya akan dibahas bentuk-bentuk kota yang umum dijumpai di dunia ini. Apakah sahabat semua sudah tahu? Kalau belum ayo kita baca dengan seksama tulisan berikut ini.

Istilah Penting Bentuk Kota

Perbedaan KotaSebelum membahas mengenai bentuk kota ada baiknya meninjau dan memahami beberapa istilah penting agar sahabat online school tidak kebingungan nantinya. Pertama adalah kita harus tahu apa itu wilayah perkotaan atau ruang lingkup kota, ini adalah suatu ruang yang memiliki kesatuan geografis beserta unsur terkait dan memberikan pengaruh kepada lingkungannya. Jadi dengan kata lain perkotaan ini kumpulan dari beberapa kota kecil atau desa yang mempunyai sifat saling bergantung pada induknya dalam aspek fungsional, contohnya Jakarta dengan JaBoDeTaBek, Denpasar dengan SarBaGiTa, Serpong dengan BSD. Kedua kita harus tahu, apa itu wilayah kota? Wilayah kota adalah sebuah daerah yang memiliki batas yang jelas dan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Contohnya adalah 514 Kota yang ada di Indonesia ini daftarnya.

Sekarang kita masuk ke bentuk kota atau sering disebut model kota. Model kota adalah suatu wujud atau pola atau bentuk yang terbangun dari kawasan non pertanian atau perkotaan (kawasan terbangun) menuju pusatnya. Dalam bentuk kota ini sangat banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya yang utama tentunya pola jaringan jalan, karena saat ini di semua kota Indonesia hampir diseluruh jalan utama menuju pusat kota sudah penuh terisi dengan bangunan. Coba saja sahabat amati. Faktor lainnya yang mempengaruhi bentuk kota ini adalah daya dukung lahan, sebaran sumber daya alam, kebijakan pemerintah.

Bentuk-Bentuk Kota

1. Bentuk Linier.

Kota dimana berbentuk garis dan biasanya ini terbentuk akibat hasil dari topografi alami yang membatasi perkembangan kota/hasil pola transportasi.
Contoh : Kota Madrid di Spanyol.
Bentuk Linier, Kota Madrid di Spanyol
Bentuk Linier, Kota Madrid di Spanyol

2. Bentuk Spreedsheet (Grid)

Kota dimana yang memiliki 2 koridor utama untuk melalui pusat kota.
Contoh : Mexico City di Meksiko, Kota Surakarta di Indonesia
Bentuk Grid, Kota Mexico di Meksiko
Bentuk Grid, Kota Mexico di Meksiko

3. Bentuk Star (Bintang)

Memiliki ruang terbuka diantara beberapa koridor utama menuju pusat kota.
Contoh : Kota Washington DC di Amerika.
Bentuk Star, Kota Washington DC di Amerika
Bentuk Star, Kota Washington DC di Amerika

4. Bentuk Radio Centric (Roda Pedati)

Bentuk paling umum dan sering dijumpai di dunia bentuk kota ini yang memiliki jalan utama atau koridor besar dan radial.
Contoh : Kota Palma Nauva di Spanyol.
Bentuk Radio Centric, Kota Palma Nauva di Spanyol
Bentuk Radio Centric, Kota Palma Nauva di Spanyol

5. Bentuk Ring (Cincin)

Terdiri dari beberapa pusat kota yang melingkari pusatnya sehingga terbentuk ruang terbuka hijau di pusat tersebut dan membuat pusat kota disekitarnya juga berkembang maju.
Contoh : Randstad Holland di Belanda terdiri dari 4 Kota Besar yaitu Kota Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, Utrecht selengkapnya baca disini.

6. Bentuk Satelite and Neighbourhood Plans (Satelit dan Pusat-Pusat Baru)

Ini merupakan bentuk kota yang yang mana terbentuk akibat dari arus urbanisasi dari kota-kota yang berada disekeliling kota utama, sehingga membentuk kawasan yang sangat besar dan biasanya berjumlah penduduk yang tinggi hingga disebut Metropolitan dan bahkan Megapolitan.
Contoh : Kota Jabodetabek di Indonesia, Kota London di Inggris.
Bentuk Satelit, Kota Jabodetabek di Indonesia
Bentuk Satelit, Kota Jabodetabek di Indonesia

7. Bentuk Constellation

Bentuk kota dimana terdiri dari beberapa kota yang berdekatan dan pertumbuhannya hampir sama dan berimbang yang disebabkan oleh jalur transportasi yang menghubungkan dari pusat wilayah yang satu ke pusat wilayah yang lain. Kota seperti inilah yang banyak berkembang di Indonesia karena adanya sistem Otonomi Daerah sehingga kota-kota berkembang hampir bersamaan di suatu kawan atau wilayah.
Contoh : Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kota Batusangkar dan Kota Bukitinggi di Sumatera Barat, Indonesia.
Bentuk Konstelasi, Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Batusangkar di Indonesia
Bentuk Konstelasi, Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Batusangkar di Indonesia

8. Bentuk Polycentred

Kota ini berkembang dengan penyebaran kota secara teratur dan memiliki batas yang jelas antar jalur distribusi transportasi dimana ada jalur umum dan khusus sehingga wilayah pekembangan dan ruang terbuka tertata dalam perputaran distribusinya.
Contoh : Kota Detroit di Amerika dengan fungsi sebagai kota pengangkutan dan industri mobil.

9. Bentuk Branch (Cabang)

Bentuk ini merupakan perkembangan dari bentuk Linier. Dimana terdapat banyak cabang dari jalur utama menuju pusat kota dan juga merupakan jalur utama dari pusat tersebut.
Contoh : Kota Probolinggo di Jawa Timur, Indonesia
Bentuk Cabang, Kota Probolinggo di Indonesia
Bentuk Cabang, Kota Probolinggo di Indonesia

10. Bentuk Wallet

Kota dengan bentuk ini berkembang akibat dari kondisi fisik topografi seperti laut, gunung, dan sebagainya sehingga perkembangan kota tidak berhubungan dan memiliki zona yang terpencil dan terjauh dalam perkembangan kota ini.
Contoh : Kota Wamena di Papua, Indonesia.
Bentuk Wallet, Kota Wamena di Indonesia
Bentuk Wallet, Kota Wamena di Indonesia
Itulah 10 model kota yang telah Online School bahas. Setelah sahabat melihat bentuk-bentuk kota tersebut maka sahabat dapat melihat bukan betapa tingginya jalur transportasi atau pola jaringan jalan itu menentukan arah perkembangan dari kota itu sendiri dengan kata lain transportasi darat memang lebih prioritas dibandingkan transportasi udara atau laut.

O iya sahabat Online School punya pertanyaan nih. Sebutkan model kota tempat sahabat tinggal di kolom komentar ya. Supaya kita lebih peduli dengan kota kita sendiri.

Monday, February 15, 2016

Cara Cepat Memahami Perencanaan Kota

Sebelum membaca ini mungkin sahabat telah mengetahui bahwa ada ilmu yang secara detail mempelajari seluk beluk mengenai kota atau masih bertanya-tanya? Maka jawaban yang benar adalah ilmu tentang perencanaan kota. Namun ilmu ini dapat dipelajari setelah sahabat kuliah pada jurusan tertentu karena tidak semua jurusan yang mempelajarinya, adapun jurusan yang mempelajari mengenai ilmu ini adalah Teknik Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota), Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan sebagainya. Kali ini Online School akan memberikan ilmu Perencanaan Kota yang berada pada lingkup materi yang ada di jurusan Teknik Lingkungan.

Action Plan

Perencanaan Kota

Perencanaan berasal dari kata dasar rencana yang artinya rancangan menurut KBBI maka perencanaan berarti proses merancang sesuatu hal. Kemudian kita coba artikan kata kota, dari beberapa literatur yang ada kota dapat diartikan kedalam beberapa bidang contohnya secara demografi, secara sosial dan budaya, secara ekonomis, secara fisik dan sebagainya, sehingga Online School mengambil sebuah kesimpulan bahwa kota itu adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi secara kompleks dan dinamis yang berada dalam sebuah daerah. Jadi menurut Online School, perencanaan kota adalah proses merancang sebuah daerah yang ditinggali manusia dan saling berinteraksi secara kompleks dan dinamis dengan lingkungannya dengan batas wilayah yang jelas sehingga pada akhirnya terbentuk keteraturan dan keefisienan dalam perkembangannya.

Wah susah juga ya mengartikan perencanaan kota ini. Tidak juga sahabat cukup mengerti saja arti dari perencanaan kota itu secara singkat yaitu cara merancang kota agar jadi efisien dan teratur. Dalam perkembangan sebuah kota, maka kota pun terbentuk menjadi beberapa model. Pada bahasan selanjutnya Online School akan membahas bentuk-bentuk (model) dari kota tersebut. Ini adalah salah satu contoh kota yang berkembang begitu pesat yaitu Kota Jakarta, Indonesia dan kami sajikan dalam bentuk peta dari google map versi earth.
Contoh Kota Metropolitan
Peta DKI Jakarta
Nantikan bahasan kami di postingan berikutnya ya. Ikuti Online School secara seksama untuk menambah wawasan ilmu sahabat dan semoga bermanfaat.