Thursday, March 10, 2016

Cara Mudah Memperkirakan Jumlah Penduduk Kota

Online School sebelumnya telah memberitahu kepada sahabat beberapa metode untuk penyediaan air minum (lihat ini). Saat ini Online School akan membahas salah satu faktor krusial dalam hal menghitung kebutuhan air minum dari sebuah kota adalah jumlah orang / penduduk yang nantinya akan dilayani. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah penduduk di masa yang akan datang adalah menggunakan proyeksi (prediksi) pertumbuhan penduduk. Proyeksi ini haruslah seakurat mungkin dengan memperhitungkan faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan laju pertumbuhan penduduk yaitu angka kelahiran, angka kematian, dan migrasi penduduk. Biasanya sebuah kota di Indonesia sudah memiliki prediksi laju pertumbuhan penduduk yang biasanya dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap kota/kabupaten, provinsi hingga nasional.

Jika laju pertumbuhan penduduk dari BPS tersebut tidak tersedia maka dari itu perlu mengetahui laju pertumbuhan penduduk berdasarkan data jumlah penduduk masa lalu (histori), Online School menyarankan sekurang-kurangnya memiliki 10 tahun data jumlah penduduk terakhir sebuah kota. Mengingat banyaknya faktor yang harus dilihat lebih lanjut seperti fluktuasi penduduk yang aneh (tiba-tiba naik / turun) dalam rentan waktu yang singkat akibat dari kondisi sosial-ekonomi. Dalam kasus ini sebaiknya menggunakan beberapa metode dibawah ini untuk menentukan angka laju pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang, berikut metode yang dibahas pada materi Online School Selanjutnya.

Metode Aritmatika

Metode ini mengasumsikan laju pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang bertambah dengan jumlah yang konstan, dengan kata lain jumlah penduduk di sebuah kota bertambah dengan jumlah yang sama setiap tahunnya. Secara matematis dapat dijabarkan sebagai berikut.
Metode Aritmatika

Metode Geometrik (Eksponensial)

Dalam metode ini diasumsikan jika laju pertumbuhan penduduk bertambah secara eksponensial (deret ukur). Agar memudahkan perhitungan dalam metode ini, maka dilakukan penggantian kurva yang eksponensial menjadi kurva garis lurus dengan mengubahnya ke persamaan logaritma. Sehingga didapatkan konstanta geometri (Kg) menggunakan persamaan garis lurus. Berikut ini penjabaran secara matematis.
Metode Geometrik (Eksponensial)

Metode Geometrik Bertingkat (Bunga Berbunga)

Asumsi yang digunakan dalam metode ini adalah pertambahan jumlah penduduk akan selalu meningkat dengan sendirinya tanpa memperhatikan laju penurunan penduduk. Istilah lainnya adalah laju pertumbuhan penduduk dihitung berdasarkan bunga majemuk sehingga laju pertumbuhan di masa yang akan datang dianggap sama. Secara matematis dapat mengikuti rumus dibawah ini.
Metode Geometrik Bertingkat (Bunga Berbunga)

Metode Peningkatan Inkremental (Incremental Increase Method)

Menurut KBBI, inkremental adalah perkembangan yang kuantitasnya secara sedikit demi sedikit dan terus menerus secara teratur. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ini mengasumsikan laju pertumbuhan penduduk tidaklah konstan dan ekponensial, sehingga dalam metode ini terdapat 2 variabel yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk yaitu variabel x dimana angka pertumbuhan total setiap tahunnya dan variabel y dimana merupakan angka pertambahan dari angka pertumbuhan sehingga ada kemungkinan variabel y bernilai negatif (jumlah penduduk menurun). Berikut rumus yang digunakan.
Metode Peningkatan Inkremental (Incremental Increase Method)

Metode Rasio dan Korelasi

Jika dalam proses perencanaan sahabat tidak memiliki data historikal jumlah penduduk di daerah tersebut. Maka cara lain untuk mengetahui data tersebut adalah dengan mengasumsikan rasio jumlah penduduk di daerah perencanaan mengikuti rasio jumlah penduduk daerah yang lebih besar, namun dengan syarat daerah perencanaan berada dalam satu regional dengan daerah yang dijadikan acuan tersebut. Contohnya daerah kelurahan di dalam daerah kecamatan, daerah kecamatan di dalam daerah kota/kabupaten, daerah kota/kabupaten di dalam daerah provinsi. Sehingga setelah diketahui rasio jumlah penduduk tersebut dapat dilakukan proyeksi pertambahan penduduk di masa yang akan datang dengan menggunakan perhitungan berikut ini.
Metode Rasio dan Korelasi


Metode Penurunan Tingkat Kenaikan (Decreasing of Increase Method)

Metode ini digunakan jika sahabat akan merencanakan daerah dimana jumlah penduduknya sudah mengalami kejenuhan yang artinya pertumbuhan penduduk setiap tahun tidak signifikan jumlahnya. Berikut ini adalah rumus yang dapat digunakan.
Metode Penurunan Tingkat Kenaikan (Decreasing of Increase Method)

Kemudian setelah pembahasan ini pastinya sahabat Online School bertanya bagaimana cara memilih metode yang akan diaplikasikan untuk memprediksi jumlah penduduk di masa yang akan datang bukan? Jawabannya adalah dengan melakukan beberapa langkah prosedur berikut ini.
- Plotkan aktual jumlah penduduk pada masa lalu vs waktu, di kertas grafik atau menggunakan software excel.
- Lihat dan tentukan kecenderungannya (tren) naik / turun.
- Tentukan kurva prediksi yang cocok dengan tren tersebut, menggunakan metode statistik (menentukan standar deviasi data)
- Pilih metode dengan deviasi paling kecil dan jadikan angka pada tahun terakhir sebagai acuan untuk memprediksikan jumlah penduduk di masa yang akan datang.

Demikian metode proyeksi penduduk yang dapat dilakukan untuk menentukan jumlah penduduk yang akan dilayani dalam rencana penyediaan air minum. Selanjutnya, Online School akan membahas lebih detail kepada estimasi kuantitas air dalam perencanaan sistem penyediaan air minum. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Sunday, March 6, 2016

Cara Penyediaan Air Minum di Masayarakat

Sahabat Online School, setelah kita mengetahui betapa krusialnya air minum dalam kehidupan kita seperti pada materi sebelumnya pentingnya air minum. Saat ini Online School akan mengajak sahabat fokus untuk mengetahui metode-metode yang dapat digunakan dalam penyediaan air minum kepada masyarakat. Sebelum kita membahas metode tersebut secara detail sebaiknya sahabat harus mengetahui prinsip dalam menyediakan air minum untuk masyarakat. Online School akan memberikan 3 prinsip dasar penyediaan air minum yang disebut 3K yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas. Kuantitas adalah cukup dan terpenuhinya air minum untuk seluruh masyarakat pada daerah perencanaan. Kualitas adalah sehat, aman dan tidak mengandung bahan berbahaya ketika air yang didistribusikan hingga dikonsumsi oleh manusia. Kontinuitas adalah terjaganya distribusi air hingga ke masyarakat tanpa terganggu dan siap dipakai kapan saja.

Kemudian metode penyediaan air minum jika dilihat dari hal pemenuhan kebutuhan manusia maka penyediaan air minum dapat dikelompokkan menjadi dua metode yaitu.

Penyediaan Air Minum secara Individual

Secara individual ini akan dititikberatkan pada pemenuhan kebutuhan air dengan cara perorangan. Berikut yang termasuk dalam kategori ini.
- Penyediaan air minum untuk 1 rumah, dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut ini yaitu menggunakan sumur gali atau sumur pompa tangan dangkal / dalam atau sumur bor atau penampungan air hujan.
- Penyediaan air minum untuk 1 komplek perumahan, komplek industri dengan skala kecil, dapat dilakukan juga dengan cara yang sama seperti diatas hanya berbeda jumlah penggunanya saja.

Penyediaan Air Minum secara Komunal

Metode ini merupakan suatu sistem penyediaan air minum yang melayani kebutuhan air minum bagi satu perkotaan (masyarakat), yang disebut juga sebagai community/public water supply system. Contohnya di Indonesia penyediaan air minum oleh PDAM sebagaimana yang telah Online School jelaskan di materi sebelumnya, penyediaan Hidran Umum / Keran Umum / Terminal Air. Metode komunal ini memiliki 3 komponen utama yang saling berhubungan, yaitu.
- Sumber air baku (water resources / source).
- Pengolahan air baku menjadi air minum (water treatment plant)
- Distribusi air minum ke masyarakat (water distribution system).

Ilustrasi Penyediaan Air secara Komunal
Ilustrasi Penyediaan Air secara Komunal

Demikian prinsip dan metode yang dapat dilakukan untuk penyediaan air minum sesuai dengan kebutuhan manusia. Selanjutnya, Online School akan membahas lebih detail kepada hal-hal pokok yang perlu diketahui dalam perencanaan sistem penyediaan air minum. Beberapa materi ke depan akan kita pelajari lebih teknis untuk mendukung perencanaan ini seperti proyeksi jumlah penduduk, estimasi kebutuhan lain, dan pertimbangan lainnya, sehingga kita dapat menentukan kebutuhan air minum untuk daerah perencanaan.

Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Wednesday, March 2, 2016

Betapa Pentingnya Air Minum dalam Kehidupan

Sahabat Online School, saat ini kita mencoba membahas salah satu utilitas utama yang mendukung perkembangan kota sesuai dengan bahasan kita tentang Perencanaan Kota, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum. Seperti yang Sahabat ketahui untuk di Indonesia dalam hal penyediaan air minum kota dikelola oleh perusahaan daerah masing-masing kota yang disebut dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dulunya hanya disingkat PAM sebelum otonomi daerah diterapkan di Indonesia.

Disini sahabat pasti asing mendengarkan istilah ini bukan?? Memang benar tidak banyak orang yang tahu tentang ilmu perencanaan yang satu ini. Ilmu ini merupakan salah satu materi kuliah pokok di Jurusan Teknik Lingkungan. Kemudian setelah itu apa perlunya sih mengetahui perencanaan sistem penyediaan air minum ini??

Air sebagai kebutuhan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa air merupakan salah satu sumber daya alam yang juga menjadi kebutuhan primer dari kehidupan makhluk hidup terutama manusia. Hal ini dapat dibuktikan dari kehidupan sehari-hari manusia yang tidak pernah terlepas dari penggunaan air. Mulai dari minum, mandi, beribadah, dan beberapa aktivitas lainnya, sehingga munculah pernyataan lebih baik tidak makan daripada tidak minum.

Keterbatasan jumlah air bersih.

Penjelasan poin 1 mencerminkan betapa krusialnya air akan kelangsungan kehidupan manusia. Secara kuantitas, jumlah air di bumi ini tetap tidak berubah karena adanya siklus hidrologi untuk menjaga keseimbangan tersebut dan tersedia sangat banyak hal ini terlihat dari hampir 71% permukaan bumi tertutupi oleh air, dengan volume ± 1,4 trilliun km3 (330 juta mil3) yang tersedia, dengan komposisi 97,5% merupakan air asin dan hanya 2,5% air tawar dengan distribusi 69% terjebak dalam bentuk es dan 30% didalam tanah sehingga hanya 1% yang berada di permukaan. Komposisi ini menunjukan bahwa ketersediaan air yang dapat digunakan secara langsung untuk pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari hanya 1% dari total air yang ada di bumi agar lebih detail mengenai komposisi air ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Komposisi Air di Bumi, 1993
Komposisi Air di Bumi, 1993

Air bersih merupakan simbol dari kesehatan.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian di tahun 1984 dengan studi kasus di Amerika (USA) oleh JICA di dalam buku Water Supply Engineering volume 1. Hasilnya adalah peningkatan distribusi air bersih di sebuah kota dapat menurunkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh air (waterborne diseases) seperti kolera, disentri, tipus, cacingan, trachoma, dan penyakit kulit lainnya. Namun penurunan penyakit ini juga disertai kontribusi dan peran nyata yang besar dari perkembangan ilmu kedokteran. Meskipun begitu tetaplah kontribusi paling besar dalam penurunan penyakit dan angka kematian adalah berasal dari mengkonsumsi air bersih setiap hari. Berikut ini adalah hasil penelitian yang menunjukan penurunan angka kematian dengan peningkatan distribusi air bersih.
Hubungan Penyakit dengan Ketersediaan Air Minum
Hubungan Penyakit dengan Ketersediaan Air Minum

Air bersih memiliki peran meningkatkan taraf hidup manusia

Hal ini dapat terlihat pada semakin banyaknya alat-alat rumah tangga yang menggunakan air bersih dalam prosesnya. Alat-alat tersebut bertujuan untuk memudahkan dan menyamankan kehidupan sehari-hari misalnya adalah mesin cuci piring, mesin cuci, penyejuk ruangan (AC), kamar mandi, toilet (flush), dan juga kebun. Semua hal ini membutuhkan air bersih sehingga untuk memenuhi kenyamanan kehidupan manusia ini diperlukan air yang lebih banyak lagi, jadi jika dilihat dari penjelasan ini air bersih merupakan faktor utama dalam peningkatan taraf hidup manusia.

Penjelasan diatas itulah yang menjadikan dasar Online School untuk membahas bagaimana cara sahabat mengetahui dari proses perencanaan sistem penyediaan air minum. Nantinya jika sahabat mengetahui prosesnya maka kita dapat secara nyata untuk lebih peduli dalam menjaga dan menghemat air bersih yang selama ini sahabat pakai. Beberapa materi ke depan akan kita pelajari lebih teknis untuk mendukung perencanaan ini. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Thursday, February 25, 2016

4 Struktur Kota yang Eksis Saat Ini

Halo sahabat, Online School pada kesempatan ini akan mencoba membahas teori mengenai pola atau struktur kota yang merupakan lanjutan dari pembahasan model kota baik part 1 dan part 2. Dalam perkembangannya teori mengenai struktur kota ini sangatlah banyak sekali hal ini terlihat pada bahasan kita di sejarah perkembangan kota. Sebelum kita mengenai bagaimana jenis dan struktur kota ini kita harus paham dulu mengenai stuktur kota.

Apa itu struktur kota?

Struktur kota adalah gambaran dari pendistribusian zona terbangun yang membentuk komponen-komponen utama dari sebuah kota. Hampir sama dengan Model Kota pada bahasan sebelumnya Struktur Kota juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sistem transportasi, daya dukung lahan, sebaran sumber daya alam, hubungan fungsional antar kegiatan dan kebijaksanaan pemerintah. Namun dari itu semua ada satu hal yang paling mendasar dari struktur kota yang selalu kita dengar saat ini adalah faktor tata guna lahan. Inilah faktor dasar dari arah perkembangan sebuah kota.

Teori Struktur Kota

Baiklah kita akan masuk kepada teori mengenai struktur kota. Perkembangan akan teori mengenai struktur kota ini sangatlah beragam dan juga sangat banyak para ahli mengemukakan pendapat mereka mengenai struktur kota, ada yang melihat dari asal usul atau sejarah kota tersebut, ada yang melihat dari pengelompokan (zonasi dari kegiatan kota), dan ada juga yang melihat kekompleksitasan dari hubungan kota tersebut. Dalam bahasan kali ini Online School akan membahas 4 teori mengenai Struktur Kota.

Konsep Zona Konsentris

Konsep ini dikemukakan oleh Ernest W. Burgess pada tahun 1925 berdasarkan hasil studi di Kota Chicago, Amerika Serikat. Burgess berpendapat bahwa sebuah kota berkembang berasal dari sebuah pusat yang berkembang dan meluas sedemikian rupa membentuk lingkaran yang mengelilingi pusatnya semakin ke pinggir semakin besar sehingga masyarakat dengan sendirinya berdatangan pada daerah yang berkembang tersebut. Berikut adalah ilustrasi dari Konsep Zona Kosentris ini.
Pola Kota Kosentris
Ilustrasi Kota Zona Kosentris

Konsep Zona Sektoral

Homer Hoyt adalah pencetus konsep ini pada tahun 1930an. Teori ini juga mengambil studi di Kota Chichago, Amerika Serikat, tetapi Hoyt lebih mendalami Daerah Pusat Kegiatan (Central Business District) yang terletak pada pusat kota. Hoyt pun memberikan pendapatnya bahwa sebuah kota bukan hanya berkembang layaknya lingkaran yang sama seperti dikemukakan dalam teori kosentris, tetapi perkembangan kota lebih menitikberatkan ke sektor-sektor tertentu yang mana lebih kompleks dan digambarkan seperti potongan dari irisan kue tar dengan luasnya bermacam-macam sesuai fungsi tata guna lahan. Beriku ini gambar ilustrasi dari Konsep Zona Sektoral.
Pola Kota Sektoral
Ilustrasi Kota Zona Sektoral

Konsep Zona Konsentris - Sektoral (Konsektoral)

Konsep ini merupakan gabungan dari 2 Konsep sebelumnya. Perkembangan konsep ini juga terdapat 2 sudut pandang yaitu

Konsep Zona Konsektoral tipe Eropa 
Dikemukakan oleh Peter Mann tahun 1965 dengan tempat studi di Kota Huddersfield, Nottingham, dan Sheffield di Inggris. Peter Mann mencoba menggabungkan konsentris dengan sektoral, namun penekanan Konsenteris lebih ditonjolkan. Berikut ilustrasinya.
Pola Kota Konsektoral
Ilustrasi Kota Zona Konsektoral Eropa

Konsep Zona Konsektoral tipe Amerika Latin 
Dikemukakan oleh Ernest Griffin dan Larry Ford tahun 1980 dengan tempat studi di beberapa kota di Amerika Latin. Berikut ilustrasinya.
Pola Kota Konsektoral
Ilustrasi Kota Zona Konsektoral Amerika Latin

Konsep Zona Multiple Nucleus (Pusat Jamak atau Inti Berganda)

Teori ini dikemukakan oleh Harris dan Ullman pada tahun 1945, dalam penjelasan teorinya Harris dan Ullman mencoba menyamakan dengan keadaan yang ada pada perkembangan kota. Teori ini berpendapat bahwa sebuah kota berkembang memang memiliki zona konsentris dan zona sektoral tetapi lebih dari itu pada kenyataannya kota itu berkembang sangat kompleks dan tidak hanya pada satu titik di pusat kota saja. 

Melainkan sebuah kota juga berkembang beberapa inti-inti lainnya yang bersifat independent dengan fungsi sebagai pendorong pertumbuhan (growth point) dan masing-masing inti berbeda dengan yang lainnya mengikuti fungsional dari inti tersebut, misalnya inti administratif, inti perdagangan, inti transportasi dst. Inti-ini ini kemudian berkembang dan menyatu pada suatu pusat urban yang besar, sehingga jika pertumbuhan terlalu besar maka dapat menimbulkan kongesti pada beberapa fungsi kota yang mengakibatkan pembentukan inti baru dan hasilnya pun seperti toko di pinggir kota. Berikut ilustrasi dari konsep ini
Ilustrasi Kota Zona Multiple Nucleus
Ilustrasi Kota Zona Multiple Nucleus
Demikianlah penjelasan 4 teori mengenai struktur kota yang cukup terkenal. Kedepannya Online School juga akan mencoba membedah beberapa teori-teori lainnya tentang struktur kota berdasarkan tulisan dan jurnal-jurnal yang ada, misalnya konsep kota technoburb, radian city dan beberapa teori lainnya lengkap dengan jurnalnya. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.

Tuesday, February 23, 2016

6 Zaman Penting dalam Perkembangan Kota

Guys.. Online School kembali lagi. Kali ini kita akan membahas sejarah perkembangan kota dari masa ke masa. Hal ini perlu kita bahas sebagai dasar kita untuk menentukan pola struktur kota pada bahasan kita selanjutnya. Dalam bahasan kali ini Online School akan mencoba membagi 6 masa atau zaman atau fase dari perkembangan kota yang ada di dunia ini. Berikut ini adalah pembahasan detail dari keenam fase tersebut.

Zaman Purba

Menurut ilmu pengetahuan, zaman purba adalah zaman yang dikatakan oleh para ahli sejarah sebagai zaman hidupnya manusia purba yang mana dibuktikan dari penemuan fosil. Dalam perkembangannya pun ternyata manusia purba pun hidup berkelompok-kelompok membentuk komunitas tertentu dalam kehidupannya. Perkembangan kota pada zaman purba ini dibagi menjadi 2 zaman yaitu Zaman Paleolitik dan Neolitik. Online School akan bahas satu per satu.

Zaman Paleolitik 

Disebut juga sebagai Zaman Batu Tua ini diprediksikan terjadi pada periode antara tahun 50.000 SM - 10.000 SM. Ciri utama dari kota pada zaman ini adalah manusia menjadikan gua sebagai tempat tinggal dan teknologi sangat rendah sehingga manusia hidup benar-benar mengandalkan alam (penyesuaian / adaptasi pada keterbatasan alam). Jika sahabat online school ingin membaca penjelasan lengkapnya ada pada link ini.
Gambar Ilustrasi Zaman Paleolitik
Gambar Ilustrasi Zaman Paleolitik

Zaman Neolitik 

Disebut juga sebagai Zaman Batu Tua ini diprediksikan terjadi pada periode antara tahun 9000 SM - 2000 SM. Ciri utama dari perkembangan kota pada zaman ini adalah telah berkembangnya peradaban seperti manusia telah mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak hal ini dibuktikan dari penemuan benda-benda dari batu yang telah diasah, konsep perencanaan lebih sistematis dimana gua bukan lagi rumah tempat tinggal manusia dan memiliki nilai-nilai budaya. Contohnya adalah Kota Tua Kahun di Mesir (2000 SM). kalo mau tau untuk perkembangan neolitikum di Indonesia lihat ini ya sahabat link.
Gambar Ilustrasi Zaman Neolitik
Gambar Ilustrasi Zaman Neolitik

Zaman Romawi Kuno

Zaman ini diprediksikan dimulai pada periode antara tahun 509 SM sampai 476 M. Masa ini manusia telah mengenal berbagai komplesitas dari permasalahan kota. Hal ini dapat dibuktikan melalui sumbangan yang cukup banyak dibidang hukum, perang, seni, arsitektur, dan bahasa bagi dunia barat. Dalam kata lain manusia telah mengenal yang namanya tulisan pada zaman ini dan juga telah mengenal kepercayaan dalam menjalani kehidupan. Model kota pun dibangun berdasarkan pada pengkultusan sebagai pemujaan dewa-dewa dimana konsep ini dinamakan sebagai konsep Agora (kekuasaan, kekaisaran, dan tempat pemujaan dewa-dewa dijadikan sebagai elemen dari pusat kota). Contohnya adalah Kota Acropolis, Priene, Militus (Yunani), Pompei di Roma.
Gambar Ilustrasi Zaman Romawi Kuno
Gambar Ilustrasi Zaman Romawi Kuno

Zaman Abad Pertengahan (Medieval Age)

Zaman ini dimulai dari abad ke-5 hingga abad ke-10 ditandai runtuhnya Kerajaan Romawi. Jika dilihat dari sejarah-sejarah pada masa ini terjadi kemunduran pada perkembangan kota ditandai dengan berkurangnya jumlah penduduk, urbanisasi berhenti, penurunan perdagangan dan banyaknya imigrasi. Namun, pada abad ke-8 M mulailah bergeliat kembali perkembangan kota dimana muncul sistem feudal yang menerapkan sistem agrikultur secara sistematis dan menghasilkan sistem tiga ladang dan alat pembajak sawah pada saat itu. Model kota yang berkembang saat zaman ini adalah Gothic dengan budaya ketuhanan yang cukup kental dimana setiap penguasa kota bergelar Agung dan Utama. Tempat-tempat peribadahan pun menjadi simbol-simbol kota pada zaman ini.
Gambar Ilustrasi Zaman Abad Pertengahan
Gambar Ilustrasi Zaman Abad Pertengahan

Zaman Peralihan (Renaissance)

Zaman ini terjadi pada periode waktu antara abad ke-14 sampai abad ke-17. Pada hakekatnya perkembangan kota di zaman ini sama dengan pada zaman abad pertengahan hanya berbeda pada skala pengembangan kota itu, dimana pada zaman ini pengembangan kota dilakukan secara besar-besaran dan juga dimulainya proses penjelajahan dunia. Zaman ini juga mulai mengenal tentang kerjasama antar regional dari setiap kota yang mana pada zaman sebelumnya hubungan regional ini belum terbentuk akibat seringnya terjadi perperangan. Dilihat dari segi estetika dan arsitektonis maka pada zaman ini perkembangan kota sangatlah menonjol dibuktikan dengan bentuk-bentuk ornamen yang sangat tinggi nilainya serta sudah adanya taman-taman kota yang dibangun, sehingga banyak seniman yang lahir pada zaman ini. Contohnya adalah pada kota-kota tua di Eropa (Jerman, Inggris, Austria, Rumania, Belanda, dan sebagainya).
Gambar Ilustrasi Zaman Peralihan
Gambar Ilustrasi Zaman Peralihan

Zaman Industrialisasi (Post Modern)

Zaman ini ditandai dengan terjadinya revolusi industri di beberapa negara Eropa, contohnya Inggris, Perancis pada abad ke-18. Industrialisasi ini mendorong perkembangan kota dengan sangat maju, ini dapat dilihat terjadinya lonjakan urbanisasi pada masa itu. Pemenuhan akan kebutuhan masyarakat juga meningkat dari segi fasilitas dan utilitas umum, perumahan, dan kepadatan penduduknya pun tinggi di dalam kota. Pada zaman ini, berkembanglah pemikiran akan efisiensi, efektifitas produksi serta ekonomi dalam perencanaa kota. Namun dibalik perkembangan yang sangat pesat ini pada zaman ini mulai terjadi yang namanya pencemaran lingkungan baik di tanah, air, maupun udara. Akibat dari perubahan-perubahan yang radikal ini maka terbentuklah konsep-konsep baru dalam pembangunan kota, dimana yang cukup signifikan terlihat adalah konsep kota baru di Kota London, Inggris beserta sekitarnya dan juga konsep garden city di beberapa Kota Eropa lainnya. Sementara itu dari segi peraturan kota pada abad ini telah muncul perundangan kota sebagai contoh di Inggris tahun 1948 tentang Public Health dan tahun 1890 tentang The Brittish Housing Law. Pergeseran pemikiran akan perencanaan kota pun bergeser dari zaman peralihan yang mengutamakan estetika dan arsitektonis ditambahkan dengan fungsi-fungsi kota secara sosial dan fungsi kota itu sendiri.
Gambar Ilustrasi Zaman Industrialisasi
Gambar Ilustrasi Zaman Industrialisasi

Zaman Komunikasi dan Informasi (Modern)

Inilah masa dimana kita hidup saat ini. Penemuan-penemuan teknologi yang menjadikan dasar pada perkembangan kota di zaman modern ini. Mulai dari penemuan telepon, radio, televisi, satelit, hingga komputer. Disamping perkembangan teknologi yang cukup signifikan pada zaman ini pun terjadi perkembangan ekonomi yang lebih jauh dari sebelumnya yang ditandai dnegan terjadinya era perdagangan bebas (AFTA untuk ASEAN, 2003 dan APEC untuk Asia Pasifik tahun 2010 dan 2020). Jika dilihat model dan bentuk kota yang berkembang pada zaman modern ini maka kita dapat melihat pada bahasan Online School sebelumnya yaitu mengenai Model Kota part 1 dan part 2. Dimana sebagian besar faktor yang mempengaruhi berkembangnya kota adalah jalur transportasi dan perkembangan teknologi.
Gambar Ilustrasi Zaman Modern
Gambar Ilustrasi Zaman Modern
Sahabat Online School itulah 6 zaman yang mempengaruhi perkembangan kota hingga terjadi masa seperti saat ini. Pada bahasan berikutnya Online School akan mencoba menggali lebih spesifik tentang sejarah perkembangan kota di Indonesia. Oleh karena itu, Sahabat jangan ketinggalan materi-materi baru update-an dari kita ya. Ayo follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat), follow google plus, dan twitter penulis ya.